dfx.co.id – Momen Lebaran atau hari raya besar lainnya selalu identik dengan tradisi bagi-bagi “salam tempel” atau Tunjangan Hari Raya (THR) kepada sanak saudara, terutama anak-anak. Tradisi ini membuat permintaan akan uang pecahan kecil (UPK) yang masih baru dan layak edar meningkat tajam.
Cara tukar uang baru di bank menjadi topik yang paling dicari oleh masyarakat menjelang hari raya karena dianggap paling aman dan terjamin keasliannya.
Bank Indonesia (BI) bersama perbankan nasional seperti BRI, BCA, BNI, dan Mandiri biasanya telah menyiapkan strategi khusus untuk melayani kebutuhan penukaran uang tunai bagi masyarakat luas.
Meskipun terlihat sederhana, proses penukaran uang di bank sering kali membutuhkan persiapan khusus agar tidak kehabisan kuota atau salah jadwal.
Setiap bank memiliki kebijakan internal yang sedikit berbeda, mulai dari kewajiban membawa buku tabungan hingga batasan nominal penukaran harian.
Selain itu, Bank Indonesia juga menyediakan opsi penukaran melalui kas keliling yang kini harus dipesan secara digital.
Ulasan berikut akan mengupas tuntas mekanisme, syarat, hingga jadwal layanan penukaran uang agar masyarakat bisa mempersiapkan diri lebih awal dan menghindari antrean panjang yang melelahkan.
Syarat Umum Penukaran Uang Baru di Bank
Sebelum mendatangi kantor cabang bank terdekat, ada baiknya calon penukar memahami persyaratan dasar yang umumnya diberlakukan oleh pihak perbankan. Persyaratan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan memastikan distribusi uang baru merata kepada seluruh nasabah.
- Kartu Identitas Asli (KTP) Membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli yang masih berlaku adalah syarat mutlak. Petugas bank akan menggunakan data KTP untuk memverifikasi identitas penukar dan mencatat transaksi guna mencegah penukaran berulang yang melebihi batas wajar dalam satu hari.
- Buku Tabungan atau Kartu Debit (ATM) Sebagian besar bank memprioritaskan layanan penukaran uang baru bagi nasabah mereka sendiri. Oleh karena itu, membawa buku tabungan atau kartu ATM sangat disarankan. Pembayaran penukaran uang sering kali dilakukan dengan cara mendebet saldo rekening secara langsung, bukan dengan menukar uang tunai lama ke uang tunai baru, demi alasan keamanan dan kepraktisan.
- Kondisi Uang Tunai (Jika Tukar Tunai) Apabila transaksi dilakukan secara tunai (cash-to-cash), pastikan uang yang dibawa tersusun rapi menurut pecahannya, tidak dilipat, tidak di-staples, dan masih dalam kondisi layak edar. Bank berhak menolak uang yang kondisinya terlalu rusak atau diragukan keasliannya.
- Mematuhi Protokol dan Kuota Setiap cabang bank memiliki kuota harian uang baru yang terbatas. Nasabah disarankan datang lebih pagi untuk mendapatkan nomor antrean.
Jadwal Penukaran Uang Baru Lebaran 2026
Mengetahui kapan layanan dibuka sangat krusial agar tidak menyia-nyiakan waktu pergi ke bank saat layanan belum tersedia. Bank Indonesia biasanya menetapkan periode layanan penukaran uang serentak (Program SERAMBI) mulai dari awal bulan Ramadan hingga satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Untuk periode Lebaran 2026, layanan penukaran uang di perbankan dan kas keliling BI diprediksi mulai beroperasi penuh pada pertengahan Maret 2026 hingga awal April 2026.
- Awal Ramadan: Layanan biasanya dibuka terbatas di kantor cabang utama.
- Pertengahan Ramadan: Volume penukaran mencapai puncaknya. Bank sering kali membuka layanan tambahan atau mobil kas keliling di tempat strategis seperti pasar, terminal, dan rest area.
- Batas Akhir: Layanan umumnya ditutup pada H-3 atau H-4 sebelum Lebaran karena operasional bank mulai libur cuti bersama.
Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu hingga minggu terakhir Ramadan. Selain antrean yang membludak, stok pecahan favorit seperti Rp5.000 dan Rp10.000 sering kali sudah habis di penghujung periode penukaran.
Cara Tukar Uang Baru di Bank BRI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bank dengan jaringan terluas hingga ke pelosok desa menjadi tujuan utama masyarakat dalam berburu uang baru. Berikut adalah prosedur standar yang perlu diperhatikan saat hendak menukar uang di BRI:
- Kunjungi Kantor Cabang Terdekat Datanglah ke Kantor Cabang (KC) atau Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI terdekat. Hindari unit-unit kecil (BRI Unit) jika ingin menukar dalam jumlah besar, karena stok uang baru di unit kecil biasanya lebih terbatas dibanding kantor cabang utama.
- Ambil Nomor Antrean Teller Setibanya di lokasi, sampaikan kepada satpam bahwa tujuannya adalah menukar uang baru. Satpam akan memberikan nomor antrean khusus untuk Teller. Pada musim ramai, BRI sering menyediakan loket khusus penukaran agar tidak mengganggu transaksi perbankan reguler.
- Isi Slip Penarikan (Jika Debet Rekening) Jika ingin menukar dengan memotong saldo tabungan, isilah slip penarikan sesuai nominal yang diinginkan. Tuliskan rincian pecahan yang diminta di balik slip atau sampaikan langsung kepada Teller saat dipanggil.
- Proses Penukaran di Teller Serahkan uang tunai atau slip penarikan beserta KTP dan buku tabungan kepada Teller. Teller akan menghitung jumlah uang dan memberikan uang baru sesuai pecahan yang diminta (selama persediaan masih ada). Hitung kembali uang yang diterima di depan Teller sebelum meninggalkan loket.
Cara Tukar Uang Baru di Bank BCA
Bank Central Asia (BCA) juga melayani penukaran uang baru bagi nasabahnya dengan proses yang biasanya sangat efisien dan nyaman. BCA menerapkan sistem yang ketat untuk memastikan kenyamanan nasabah.
- Pastikan Status Nasabah BCA umumnya memprioritaskan layanan ini bagi pemegang rekening BCA. Pastikan membawa kartu Paspor BCA (ATM) untuk memudahkan transaksi.
- Datang ke Kantor Cabang Utama (KCU) Ketersediaan uang baru di KCU jauh lebih terjamin dibandingkan KCP. Datanglah pada pagi hari saat bank baru buka (biasanya pukul 08.00 waktu setempat) karena kuota penukaran uang baru di BCA sering kali habis sebelum jam makan siang.
- Gunakan Mesin Penukaran (Jika Ada) Di beberapa cabang digital atau cabang utama tertentu, BCA mulai menyediakan mesin penukaran mandiri atau layanan via mesin CS digital untuk kebutuhan tertentu, meskipun untuk uang pecahan kecil lebaran, layanan Teller masih menjadi metode utama.
- Transaksi Non-Tunai BCA sangat mendorong transaksi cashless. Penukaran biasanya dilakukan dengan mendebet kartu ATM di mesin EDC yang tersedia di meja Teller. Cara ini lebih cepat karena Teller tidak perlu menghitung uang tunai yang diserahkan nasabah.
Cara Tukar Uang Baru di Bank BNI
Bank Negara Indonesia (BNI) turut serta dalam melayani kebutuhan masyarakat akan uang layak edar. Mekanisme di BNI tidak jauh berbeda dengan bank Himbara lainnya, namun ada beberapa hal detail yang perlu diperhatikan.
- Siapkan Identitas dan Kartu Debit Sama seperti bank lain, BNI mewajibkan KTP dan buku tabungan/kartu debit. BNI sering kali membatasi penukaran untuk non-nasabah, jadi menjadi nasabah BNI adalah nilai plus.
- Cek Jadwal Operasional Cabang Beberapa cabang BNI menerapkan hari khusus untuk penukaran uang baru guna menghindari penumpukan antrean, misalnya hanya pada hari Selasa dan Kamis. Tanyakan kepada satpam atau petugas informasi mengenai jadwal spesifik di cabang tersebut.
- Paket Penukaran Untuk mempercepat layanan, BNI terkadang sudah menyiapkan uang dalam bentuk paket bundel (misalnya satu paket berisi pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000 dengan total nominal tertentu). Nasabah tinggal memilih paket yang tersedia tanpa bisa memilih pecahan secara eceran (custom) yang terlalu rumit.
Cara Tukar Uang Baru di Bank Mandiri
Bank Mandiri dikenal dengan layanan nasabahnya yang prima dan sering kali menyediakan loket penukaran uang baru melalui program “Mandiri Sahabat Masyarakat”.
- Layanan Mobil Kas Keliling Mandiri Selain di kantor cabang, Bank Mandiri sering mengoperasikan mobil kas keliling di lokasi-lokasi strategis seperti area perkantoran, instansi pemerintah, dan pusat perbelanjaan. Memantau media sosial resmi Bank Mandiri bisa memberikan informasi lokasi mobil kas ini.
- Mekanisme di Cabang Jika datang ke cabang, ambil antrean untuk Teller. Nasabah Mandiri Prioritas biasanya mendapatkan akses lebih mudah atau jalur khusus untuk pemesanan uang baru melalui Relationship Manager (RM) mereka, sehingga tidak perlu mengantre di loket reguler.
- Batasan Nominal Bank Mandiri menerapkan batas maksimal penukaran per orang per hari (misalnya Rp3.800.000 atau Rp4.000.000 sesuai paket standar BI) untuk memastikan stok uang cukup bagi nasabah lain. Patuhi batasan ini dan jangan memaksakan untuk menukar lebih.
Alternatif: Cara Tukar Uang Baru via Aplikasi PINTAR BI
Jika kuota di bank habis atau antrean terlalu panjang, solusi terbaik adalah memanfaatkan layanan Kas Keliling Bank Indonesia. Namun, layanan ini tidak bisa didatangi secara langsung (go-show), melainkan harus memesan terlebih dahulu.
- Akses Website PINTAR Buka laman resmi
pintar.bi.go.idmelalui peramban (browser) di ponsel atau komputer. - Pilih Menu Kas Keliling Pilih menu “Penukaran Uang Rupiah Melalui Kas Keliling”. Selanjutnya, pilih provinsi lokasi penukaran yang diinginkan.
- Tentukan Lokasi dan Waktu Sistem akan menampilkan daftar lokasi dan jadwal mobil kas keliling yang tersedia. Pilih lokasi yang paling mudah dijangkau dan jam yang masih memiliki kuota (biasanya ditandai dengan warna hijau).
- Isi Data Diri Lengkapi formulir pemesanan dengan memasukkan NIK, Nama Lengkap, Nomor Telepon, dan Email. Data ini harus sesuai dengan KTP yang akan dibawa saat penukaran.
- Pilih Nominal Uang Tentukan jumlah paket uang yang ingin ditukar. BI biasanya menetapkan paket maksimal (misalnya Rp4.000.000 per orang). Setelah selesai, unduh bukti pemesanan dalam bentuk digital atau PDF.
- Datang ke Lokasi Datanglah ke lokasi kas keliling sesuai jam yang dipilih dengan membawa KTP asli dan bukti pemesanan (bisa ditunjukkan lewat HP).
Tips Tukar Uang Aman dan Nyaman
Menukar uang, terutama dalam jumlah besar, memerlukan kewaspadaan. Berikut adalah beberapa tips agar proses cara tukar uang baru di bank berjalan lancar dan aman:
- Hindari Calo Pinggir Jalan: Meskipun terlihat praktis, menukar uang di jasa penukaran pinggir jalan sangat berisiko. Selain dikenakan potongan biaya administrasi yang tinggi (bisa mencapai 10-20%), risiko mendapatkan uang palsu atau jumlah lembaran yang dikurangi sangat besar.
- Hitung di Tempat: Jangan pernah meninggalkan loket Teller sebelum menghitung kembali uang yang diterima. Jika ada selisih atau cacat pada uang, segera laporkan ke petugas saat itu juga. Komplain setelah meninggalkan loket biasanya tidak akan dilayani.
- Perhatikan Keamanan Diri: Hindari membawa uang tunai dalam jumlah mencolok saat keluar dari bank. Jika menukar dalam jumlah sangat besar, mintalah pengawalan petugas keamanan bank sampai ke kendaraan.
- Manfaatkan Uang Non-Tunai: Pertimbangkan untuk memberikan THR dalam bentuk transfer e-wallet (seperti GoPay, OVO, Dana) atau transfer bank untuk saudara yang sudah remaja atau dewasa. Ini mengurangi beban kebutuhan uang tunai fisik.
Kesimpulan
Menukar uang baru untuk kebutuhan Lebaran atau hari raya merupakan agenda tahunan yang perlu direncanakan dengan baik. Memahami cara tukar uang baru di bank BRI, BCA, BNI, dan Mandiri serta memanfaatkan teknologi.
Seperti aplikasi PINTAR BI akan sangat membantu masyarakat mendapatkan uang layak edar dengan aman dan efisien. Kunci utamanya adalah mempersiapkan persyaratan dokumen seperti KTP dan buku tabungan, serta datang lebih awal sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Dengan mengikuti prosedur resmi di bank atau kas keliling BI, masyarakat tidak hanya mendapatkan jaminan keaslian uang 100%, tetapi juga terhindar dari potongan biaya ilegal yang merugikan.
Semoga informasi ini membantu persiapan menyambut hari raya dengan lebih tenang dan penuh kebahagiaan.