Home » Bank » Cara Pengajuan KUR Syariah Pegadaian 2026, Syarat Lengkap dan Simulasi Angsuran Terbaru

Cara Pengajuan KUR Syariah Pegadaian 2026, Syarat Lengkap dan Simulasi Angsuran Terbaru

dfx.co.id – Memiliki usaha yang terus berkembang tentu menjadi impian setiap pelaku UMKM di Indonesia. Namun, seringkali mimpi tersebut terhalang oleh keterbatasan modal untuk belanja stok barang atau memperluas jangkauan pasar.

Kabar baiknya, pemerintah terus berkomitmen mendukung sektor ekonomi mikro melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan lewat berbagai lembaga keuangan, termasuk Pegadaian.

Bagi pelaku usaha yang mengutamakan prinsip syariat dalam bertransaksi, memahami cara pengajuan KUR Syariah Pegadaian 2026 adalah langkah awal yang krusial untuk mendapatkan suntikan dana segar yang berkah.

Tahun 2026 diprediksi menjadi momentum kebangkitan ekonomi mikro, di mana akses permodalan menjadi semakin mudah dan inklusif. Pegadaian Syariah menawarkan solusi pembiayaan dengan skema yang adil, transparan, dan tentunya bebas dari unsur riba.

Ulasan berikut akan mengupas tuntas segala hal mengenai prosedur, persyaratan administrasi, hingga simulasi hitungan angsuran agar calon nasabah memiliki gambaran utuh sebelum mengajukan permohonan.

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu KUR Syariah Pegadaian

Sebelum melangkah lebih jauh ke proses administrasi, penting untuk memahami karakteristik produk ini. KUR Syariah Pegadaian adalah fasilitas pembiayaan murah yang diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang produktif dan layak (feasible) namun belum memiliki agunan tambahan atau bankable.

Berbeda dengan pinjaman konvensional, akad yang digunakan dalam KUR Syariah Pegadaian adalah Rahn (gadai syariah) yang dimodifikasi untuk keperluan produktif, atau menggunakan akad Murabahah (jual beli) tergantung pada peruntukan modalnya.

Keunggulan utamanya terletak pada biaya pemeliharaan (mu’nah) yang sangat kompetitif, setara dengan suku bunga subsidi pemerintah, yaitu efektif 3% – 6% per tahun.

Hal ini tentu sangat meringankan beban operasional bulanan pelaku usaha, sehingga keuntungan bisa lebih maksimal diputar kembali untuk pengembangan bisnis.

Jenis Layanan KUR Syariah Pegadaian 2026

Pegadaian biasanya membagi layanan KUR menjadi dua kategori utama berdasarkan plafon pinjaman. Memahami perbedaan keduanya akan membantu calon peminjam menentukan jenis mana yang paling sesuai dengan kebutuhan:

  1. KUR Super MikroJenis ini ditujukan bagi usaha yang baru merintis atau berskala sangat kecil. Plafon pinjaman yang ditawarkan biasanya berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp10.000.000. Syarat untuk kategori ini cenderung lebih longgar, terutama terkait lama usaha berjalan, asalkan ada pendampingan atau pelatihan usaha.
  2. KUR MikroKategori ini memberikan plafon yang lebih besar, yakni di atas Rp10.000.000 hingga maksimal Rp50.000.000 (mengikuti kebijakan pemerintah tahun 2026). Diperlukan bukti usaha yang lebih solid dan riwayat kredit yang bersih untuk bisa mengakses plafon maksimal ini.

Syarat Wajib Calon Nasabah KUR Syariah Pegadaian

Agar proses verifikasi berjalan mulus, pemenuhan kriteria dasar adalah hal mutlak. Pegadaian memiliki standar kelayakan (eligibility) untuk menyaring siapa saja yang berhak menerima subsidi bunga dari pemerintah ini. Berikut adalah kriteria yang harus dipenuhi:

  • Warga Negara Indonesia (WNI): Dibuktikan dengan kepemilikan e-KTP yang valid dan terdaftar di Dukcapil.
  • Usia Produktif: Calon nasabah minimal berusia 17 tahun dan sudah menikah, atau maksimal 65 tahun saat jatuh tempo akad pembiayaan.
  • Memiliki Usaha Berjalan: Usaha yang dijalankan haruslah usaha yang sah menurut hukum syariat dan hukum negara. Usaha tersebut minimal telah beroperasi aktif selama 6 bulan.
  • Jarak Tempat Tinggal: Lokasi tempat tinggal atau tempat usaha harus berada dalam radius maksimal 5 kilometer dari outlet Pegadaian tempat pengajuan. Hal ini untuk memudahkan proses survei dan monitoring.
  • Riwayat Kredit Bersih: Tidak sedang menikmati fasilitas pinjaman produktif lain dari perbankan atau lembaga keuangan pemerintah (kecuali KPR, KKB, atau Kartu Kredit yang pembayarannya lancar).
  • Memiliki Rekening: Mempunyai rekening bank yang aktif untuk proses pencairan dana.

Dokumen Administrasi yang Harus Disiapkan

Kelengkapan berkas menjadi kunci utama kecepatan proses persetujuan. Seringkali pengajuan tertunda hanya karena satu dokumen yang kurang. Berikut adalah daftar dokumen yang wajib disusun rapi dalam map sebelum mendatangi kantor cabang:

  1. Fotokopi e-KTP: Sertakan KTP pemohon dan pasangan (jika sudah menikah). Pastikan data status perkawinan di KTP sudah sesuai dengan kondisi terkini.
  2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK): Dokumen ini digunakan untuk memverifikasi susunan anggota keluarga dan domisili.
  3. Buku Nikah atau Surat Cerai: Bagi yang sudah menikah atau pernah menikah, dokumen ini wajib dilampirkan sebagai bukti status hukum.
  4. Surat Keterangan Usaha (SKU) atau NIB: Dokumen legalitas usaha sangat vital. SKU bisa didapatkan dari kantor Kelurahan atau Desa setempat. Alternatif yang lebih modern adalah menggunakan NIB (Nomor Induk Berusaha) yang bisa dicetak melalui sistem OSS (Online Single Submission).
  5. Bukti Tempat Tinggal: Fotokopi PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) atau rekening listrik/air/telepon terbaru atas nama pemohon atau keluarga dalam satu KK. Jika mengontrak, sertakan surat keterangan domisili.

Langkah Detail dan Cara Pengajuan KUR Syariah Pegadaian 2026

Setelah semua syarat dan dokumen siap, saatnya masuk ke tahap eksekusi. Terdapat dua metode yang bisa ditempuh, yaitu datang langsung ke outlet (offline) atau memanfaatkan teknologi melalui aplikasi (online). Berikut adalah rincian prosedurnya:

1. Pengajuan Secara Langsung (Walk-In)

Metode ini paling disarankan bagi calon nasabah baru agar bisa berkonsultasi langsung dengan petugas.

  • Kunjungi Outlet Terdekat: Datanglah ke kantor cabang Pegadaian Syariah terdekat dengan membawa seluruh dokumen persyaratan.
  • Isi Formulir Permohonan: Petugas akan memberikan formulir pengajuan KUR. Isilah data diri, data usaha, dan nominal pengajuan dengan jujur dan teliti.
  • Serahkan Dokumen: Berikan berkas yang telah disiapkan kepada petugas untuk diverifikasi kelengkapannya (Checking SLIK OJK biasanya dilakukan di tahap ini).
  • Proses Survei: Jika lolos verifikasi administrasi awal, petugas survei (Mantri) akan mendatangi lokasi usaha dan rumah. Mereka akan mengecek kebenaran usaha, omzet, dan karakter pemohon.
  • Tanda Tangan Akad: Apabila pengajuan disetujui, peminjam akan dipanggil kembali untuk menandatangani akad pembiayaan.
  • Pencairan Dana: Dana pinjaman akan ditransfer ke rekening pemohon atau bisa dicairkan secara tunai, tergantung kebijakan cabang setempat.

2. Pengajuan Via Aplikasi Pegadaian Digital

Di era digital 2026, cara pengajuan KUR Syariah Pegadaian 2026 semakin praktis lewat smartphone.

  • Unduh aplikasi Pegadaian Digital di Play Store atau App Store.
  • Lakukan registrasi akun dan verifikasi identitas (KYC) jika belum memiliki akun.
  • Pilih menu “Pembiayaan” kemudian pilih “KUR Syariah”.
  • Isi formulir online yang tersedia, mulai dari data diri hingga data usaha.
  • Unggah foto dokumen yang diminta (KTP, KK, Foto Usaha, dll) dengan kualitas yang jelas.
  • Kirim pengajuan dan tunggu konfirmasi dari petugas untuk jadwal survei fisik.

Tabel Simulasi Angsuran KUR Syariah Pegadaian 2026

Sebagai bahan pertimbangan finansial, berikut adalah estimasi tabel angsuran. Perlu diingat bahwa angka ini adalah simulasi dengan asumsi tarif mu’nah (sewa modal) setara 6% efektif per tahun (0,2% – 0,28% flat per bulan tergantung kebijakan 2026).

Tabel Simulasi Plafon Rp 5.000.000

Tenor (Bulan)Angsuran Pokok + Mu’nah (Estimasi)
12 BulanRp 430.500 / bulan
18 BulanRp 291.500 / bulan
24 BulanRp 222.000 / bulan
36 BulanRp 152.500 / bulan

Tabel Simulasi Plafon Rp 10.000.000

Tenor (Bulan)Angsuran Pokok + Mu’nah (Estimasi)
12 BulanRp 861.000 / bulan
18 BulanRp 583.000 / bulan
24 BulanRp 444.000 / bulan
36 BulanRp 305.000 / bulan

Catatan: Angka di atas merupakan estimasi. Nilai pasti akan tertera pada akad perjanjian saat persetujuan pinjaman.

Tips Jitu Agar Pengajuan Disetujui Surveyor

Banyak calon nasabah yang gagal pada tahap survei. Agar cara pengajuan KUR Syariah Pegadaian 2026 yang ditempuh membuahkan hasil, perhatikan tips berikut ini saat menghadapi proses survei:

  • Jujur Mengenai Omzet: Jangan melebih-lebihkan atau mengecilkan pendapatan usaha. Surveyor memiliki metode hitungan sendiri untuk menaksir validitas omzet. Data yang tidak sinkron akan menimbulkan kecurigaan.
  • Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha: Memiliki pembukuan sederhana yang memisahkan uang dapur dan uang modal akan menjadi nilai plus yang sangat besar. Ini menunjukkan profesionalisme pengelolaan dana.
  • Pastikan Usaha Terlihat Aktif: Saat disurvei, pastikan usaha sedang beroperasi. Stok barang terlihat, ada aktivitas transaksi, atau minimal tempat usaha dalam kondisi rapi dan siap melayani pelanggan.
  • Kenali Karakter Lingkungan: Surveyor seringkali bertanya kepada tetangga sekitar mengenai karakter pemohon. Menjaga hubungan baik dengan tetangga secara tidak langsung membantu validasi karakter (social collateral).
  • Jaga Kebersihan BI Checking (SLIK OJK): Pastikan tidak ada tunggakan pinjaman online (Pinjol) atau kredit macet di tempat lain. Ini adalah syarat mati yang tidak bisa ditoleransi oleh sistem perbankan maupun lembaga keuangan non-bank.

Mengapa Memilih Pegadaian Dibanding Bank Lain?

Selain faktor syariah, Pegadaian memiliki keunggulan aksesibilitas. Outlet Pegadaian tersebar hingga ke pelosok kecamatan, membuat interaksi antara nasabah dan petugas menjadi lebih personal dan mudah.

Proses birokrasi di Pegadaian juga dikenal lebih ringkas dan tidak berbelit-belit dibandingkan perbankan konvensional yang kaku.

Selain itu, pendampingan yang diberikan seringkali mencakup pelatihan pengembangan kapasitas usaha, sehingga peminjam tidak hanya diberi ikan, tetapi juga kail untuk memancing lebih banyak rezeki.

Kesimpulan

Mendapatkan modal usaha yang berkah kini bukan lagi hal yang sulit. Dengan memahami cara pengajuan KUR Syariah Pegadaian 2026.

Para pelaku UMKM memiliki kesempatan emas untuk menaikkan kelas bisnisnya. Kunci keberhasilan pengajuan terletak pada kelengkapan administrasi, kejujuran data, dan kesehatan riwayat kredit.

Jangan ragu untuk segera mempersiapkan dokumen yang diperlukan mulai dari sekarang. Manfaatkan fasilitas pembiayaan murah ini untuk membeli inventaris baru, merenovasi tempat usaha, atau memperluas jaringan pemasaran.

Semoga langkah ikhtiar menjemput rezeki melalui KUR Syariah ini membawa keberkahan dan kemajuan bagi usaha yang sedang dijalankan. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Leave a Comment