dfx.co.id – Memulai atau mengembangkan bisnis sering kali terbentur masalah klasik: modal. Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Mandiri menjadi angin segar yang selalu dinanti setiap tahunnya.
Sebelum mengajukan pinjaman, memahami Tabel Angsuran KUR Mandiri adalah langkah krusial agar perencanaan keuangan usaha tetap sehat dan tidak membebani arus kas bulanan.
Pemerintah terus mendorong penyaluran kredit bersubsidi ini untuk menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan. Dengan suku bunga yang sangat kompetitif dan tenor yang fleksibel, program ini menjadi primadona.
Syarat Utama Pengajuan KUR Mandiri 2026
Bank Mandiri menetapkan standar prosedur operasional yang ketat namun tetap terjangkau bagi masyarakat umum. Memahami persyaratan ini sejak awal akan mempercepat proses verifikasi.
Dokumen Administrasi dan Legalitas Usaha
Kelengkapan dokumen adalah gerbang utama dalam proses pengajuan kredit. Calon debitur wajib menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik yang terdaftar di Dukcapil. Selain itu, Kartu Keluarga (KK) dan Surat Nikah (bagi yang sudah menikah) atau Surat Cerai juga menjadi syarat mutlak untuk verifikasi data kependudukan.
Aspek legalitas usaha tidak kalah pentingnya. Peminjam harus menyertakan Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) yang diterbitkan oleh kelurahan atau instansi berwenang setempat. Untuk plafon pinjaman di atas Rp50 juta, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) menjadi dokumen yang wajib dilampirkan guna memastikan kepatuhan pajak calon nasabah.
Kriteria Kelayakan Calon Debitur
Tidak semua pelaku usaha bisa langsung mendapatkan akses pendanaan. Bank Mandiri menyasar individu yang memiliki usaha produktif dan layak (feasible) namun belum memiliki agunan tambahan yang cukup (bankable). Usaha tersebut harus sudah berjalan aktif minimal selama 6 bulan berturut-turut.
Poin krusial lainnya adalah riwayat kredit. Calon peminjam tidak boleh sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain, kecuali Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), atau kartu kredit.
Asalkan kolektibilitasnya lancar. Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau yang dulunya dikenal sebagai BI Checking akan menjadi penentu lolos atau tidaknya pengajuan di tahap awal.
Jenis dan Plafon Pinjaman KUR Mandiri
Mengetahui jenis pinjaman sangat membantu dalam menyesuaikan kebutuhan modal dengan kemampuan bayar. Bank Mandiri membagi KUR ke dalam beberapa kategori berdasarkan besaran plafon.
KUR Super Mikro
Kategori ini dirancang khusus untuk pelaku usaha pemula atau mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan ingin merintis bisnis. Plafon yang ditawarkan maksimal hingga Rp10 juta.
Keunggulan utamanya terletak pada persyaratan agunan yang sangat ringan, bahkan sering kali tanpa agunan tambahan selain usaha itu sendiri. Ini adalah solusi tepat bagi pedagang kecil atau usaha rumahan.
KUR Mikro
Naik satu tingkat di atasnya, terdapat KUR Mikro dengan plafon pinjaman mulai dari di atas Rp10 juta hingga maksimal Rp100 juta. Kategori ini paling banyak diminati karena nominalnya cukup besar untuk ekspansi usaha.
Seperti renovasi tempat usaha atau penambahan stok barang dalam jumlah signifikan. Tenor pinjaman untuk Kredit Modal Kerja (KMK) maksimal 3 tahun, sedangkan Kredit Investasi (KI) bisa mencapai 5 tahun.
KUR Kecil
Bagi usaha yang sudah mapan dan membutuhkan suntikan dana besar, KUR Kecil menyediakan plafon di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta. Karena nominalnya yang besar, biasanya pihak bank akan meminta agunan tambahan seperti sertifikat tanah atau BPKB kendaraan.
Tergantung pada penilaian analis kredit. Proses survei lapangan untuk kategori ini juga cenderung lebih detail dan mendalam.
Tabel Angsuran KUR Mandiri Terbaru
Bagian ini adalah yang paling dicari oleh calon debitur. Melihat estimasi cicilan membantu mengukur kemampuan bayar bulanan. Perhitungan di bawah ini menggunakan asumsi suku bunga 6% efektif per tahun untuk pengajuan pertama.
Simulasi Cicilan Plafon Rp10 Juta – Rp50 Juta
Pinjaman di rentang ini biasanya diambil oleh pelaku usaha mikro. Cicilannya relatif ringan dan tidak terlalu membebani profit harian. Berikut adalah estimasi angsurannya:
Plafon Rp 10.000.000
- 12 Bulan: Rp 860.664
- 24 Bulan: Rp 443.206
- 36 Bulan: Rp 304.219
- 48 Bulan: Rp 234.850
- 60 Bulan: Rp 193.328
Plafon Rp 25.000.000
- 12 Bulan: Rp 2.151.660
- 24 Bulan: Rp 1.108.015
- 36 Bulan: Rp 760.548
- 48 Bulan: Rp 587.125
- 60 Bulan: Rp 483.320
Plafon Rp 50.000.000
- 12 Bulan: Rp 4.303.321
- 24 Bulan: Rp 2.216.031
- 36 Bulan: Rp 1.521.097
- 48 Bulan: Rp 1.174.251
- 60 Bulan: Rp 966.640
Catatan: Angka dalam Tabel Angsuran KUR Mandiri ini adalah estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan bank.
Simulasi Cicilan Plafon Rp100 Juta ke Atas
Untuk pinjaman dengan nominal besar, tenor yang lebih panjang sering kali menjadi pilihan agar cash flow perusahaan tetap terjaga.
Plafon Rp 100.000.000
- 12 Bulan: Rp 8.606.643
- 24 Bulan: Rp 4.432.061
- 36 Bulan: Rp 3.042.194
- 48 Bulan: Rp 2.348.503
- 60 Bulan: Rp 1.933.280
Plafon Rp 200.000.000
- 12 Bulan: Rp 17.213.286
- 24 Bulan: Rp 8.864.122
- 36 Bulan: Rp 6.084.387
- 48 Bulan: Rp 4.697.006
- 60 Bulan: Rp 3.866.560
Melihat simulasi di atas, terlihat bahwa dengan pinjaman Rp 10 juta, cicilan bulanan untuk tenor 5 tahun bahkan ada di angka 100 ribuan (mendekati 200 ribu). Ini membuktikan bahwa program ini sangat pro-rakyat.
Kebijakan Suku Bunga Berjenjang
Penting untuk dicatat bahwa pemerintah menerapkan sistem bunga berjenjang bagi nasabah yang melakukan pinjaman berulang (top up atau suplesi). Hal ini bertujuan agar dana KUR dapat dinikmati secara bergantian oleh masyarakat yang belum pernah mendapatkan akses.
Bunga 6% hingga 9% Per Tahun
Bagi nasabah yang baru pertama kali mengajukan KUR, suku bunga yang dikenakan adalah 6% efektif per tahun. Namun, jika mengajukan pinjaman kedua kali, bunga akan naik menjadi 7%. Pengajuan ketiga.
Menjadi 8%, dan pengajuan keempat mencapai 9%. Kebijakan ini mendorong agar pelaku UMKM segera “naik kelas” dan beralih ke kredit komersial biasa (Kupedes atau sejenisnya) setelah usahanya mapan.
Ketentuan Denda dan Pelunasan Dipercepat
Keterlambatan pembayaran angsuran tentu akan dikenakan denda sesuai kebijakan bank. Di sisi lain, Bank Mandiri biasanya memberikan fleksibilitas bagi nasabah yang ingin melunasi pinjaman lebih awal sebelum jatuh tempo.
Meskipun demikian, nasabah perlu menanyakan detail mengenai pinalti pelunasan dipercepat kepada marketing atau mantri bank, karena aturan ini bisa berbeda tergantung jenis akad kreditnya.
Strategi Agar Pengajuan Cepat Cair
Mengajukan pinjaman bukan hanya soal menyerahkan dokumen, melainkan tentang membangun kepercayaan (trust) dengan pihak bank. Ada beberapa strategi jitu yang bisa diterapkan.
Menjaga Arus Kas Rekening
Bank akan menilai kemampuan bayar melalui mutasi rekening tabungan selama 3-6 bulan terakhir. Usahakan agar transaksi hasil usaha tercatat rapi di rekening Bank Mandiri. Hindari penarikan dana tunai secara drastis yang membuat saldo mengendap menjadi nol. Arus kas yang aktif dan saldo rata-rata yang stabil menjadi indikator kesehatan bisnis yang kuat di mata analis kredit.
Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha
Kesalahan fatal yang sering dilakukan pengusaha mikro adalah mencampuradukkan uang belanja dapur dengan uang modal. Mulailah membuat pembukuan sederhana. Saat disurvei, tunjukkan catatan pembukuan tersebut kepada petugas bank.
Hal ini menunjukkan profesionalisme dan keseriusan dalam mengelola dana pinjaman. Ketika bank melihat manajemen keuangan yang rapi, peluang persetujuan kredit akan meningkat drastis.
Akhir Kata
Peluang untuk membesarkan usaha kini terbuka lebar lewat dukungan finansial dari Bank Mandiri. Dengan bunga yang ringan dan tenor panjang, beban operasional tidak akan terganggu secara signifikan.
Perhatikan kembali Tabel Angsuran KUR Mandiri yang telah dijabarkan di atas, sesuaikan dengan omzet bulanan, dan pastikan seluruh persyaratan administrasi lengkap sebelum datang ke kantor cabang terdekat. Bijak dalam meminjam adalah kunci sukses bisnis jangka panjang.