Berita Nasional 11 Sep 2026, 01:27 WIB 5 Dilihat

Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu Demo di Rumah Jokowi Solo, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Kritik

Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu Demo di Rumah Jokowi Solo, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Kritik

Foto: Dok. Terkini24.id

Puluhan anggota Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) menggelar aksi demonstrasi di kediaman pribadi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, pada Kamis (10/9/2026) siang. Kedatangan massa ini bertujuan untuk menyampaikan surat peringatan dan plakat berisi kritik terkait dinamika kebangsaan terkini yang dinilai meresahkan.

Aksi di rumah pribadi mantan presiden ini menarik perhatian publik, namun pengawalan ketat aparat keamanan membuat rombongan tidak dapat bertemu langsung dengan Joko Widodo. Dokumen kritik tersebut akhirnya diserahkan melalui perwakilan petugas keamanan di lokasi.

Koordinator Aksi ARIB, Bangun Sutoto, menjelaskan bahwa demo ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap langkah politik mantan presiden belakangan ini. Menurutnya, manuver tersebut berpotensi mengganggu stabilitas kebangsaan, terutama setelah Joko Widodo menghadiri agenda bersama tokoh ormas yang dinilai memuat indikasi gerakan politik meresahkan.

"Kami ingin menyampaikan sepucuk surat dan satu buah plakat untuk Bapak Jokowi karena menurut kami Bapak Jokowi belum lama ini duduk di sebelah kiri saudara Budi Arie yang menyampaikan indikasi adanya makar. Karena itu kami sebagai anak bangsa mewakili seluruh rakyat Indonesia tidak bisa tinggal diam," tegas Bangun Sutoto.

Plakat yang diserahkan memuat pesan pengingat berbasis kearifan lokal, yakni lima ajaran filosofi Jawa, sebagai bentuk penghormatan antarmanusia. Pendekatan budaya ini dipilih agar kritik dapat disampaikan secara santun namun tegas, mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang beretika sesuai ajaran leluhur.

Bangun menambahkan, "Karena itu kepada Bapak Jokowi kami memanusiakan bapak sebagai manusia, kalau orang Jawa bilang nguwongke uwong. Karena itu kami mengingatkan bentuk kepedulian kami kepada NKRI dan juga kepada Bapak Jokowi. Karena itu kami berikan surat peringatan sekaligus plakat filosofi dalam bahasa Jawa ini."

Dalam surat peringatan tersebut, massa ARIB menyampaikan sejumlah tuntutan mendesak, termasuk pembebasan negara dari ancaman keterlibatan pihak asing dan cengkeraman kelompok pemilik modal besar. Mereka mendesak penghentian praktik politik kotor demi menyelamatkan masa depan bangsa.

"Seharusnya Pak Jokowi menempatkan dan membangun diri sebagai seorang negarawan yang pernah diamanahi rakyat sebagai Presiden RI. Sudah seharusnya pula bapak menghormati dan mematuhi konstitusi dan UU, bukan malah memberi contoh praktik politik yang kotor dan memalukan," ungkap Bangun.

Sempat terjadi ketegangan saat rombongan massa melintasi Gang Kutai Utara dan berhadapan dengan barisan pendukung mantan presiden. Namun, aparat kepolisian dan pengawal sigap memisahkan kedua kubu, mencegah terjadinya gesekan fisik.

Koordinator lapangan menegaskan bahwa aksi ini digelar secara damai tanpa niat membuat kerusuhan, murni didorong oleh rasa cinta terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setelah dokumen diterima oleh perwakilan Paspampres, massa membubarkan diri secara tertib, dan situasi di sekitar lokasi kembali kondusif.

"Kami datang untuk kedamaian, kami minta Pak Jokowi cinta NKRI. Jadi kami datang untuk kedamaian, bukan keonaran," pungkas Bangun Sutoto.

Kaspin

Jurnalis profesional dengan fokus liputan berita aktual, investigasi mendalam, dan fakta terverifikasi di Indonesia.

Kembali ke Beranda