Dolar AS Tembus Rp 17.800, BI Ungkap Biang Keroknya
Dapatkan Berita Terkini
Ikuti kami di Google News untuk update tercepat
Foto: Dokumentasi / Liputan Khusus Redaksi
Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pada Senin, 21 September 2026, rupiah melemah ke level Rp 17.833,72 per dolar AS berdasarkan kurs transaksi BI.
Tekanan dari Luar Negeri
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah.
"Kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah mendorong harga minyak tetap tinggi di atas US$ 100 per barel," — Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI
Hal tersebut meningkatkan risiko inflasi global dan tekanan pada outlook fiskal.
Faktor Domestik Ikut Berperan
Erwin menambahkan, tekanan terhadap rupiah juga didorong oleh kebutuhan valas importir.
Selain itu, ada pula arus keluar dana dari portofolio aset domestik.
BI Terus Hadir di Pasar
BI berkomitmen untuk terus hadir di pasar.
Tujuannya memastikan mekanisme pasar berjalan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga.
"BI akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya," — Erwin Gunawan Hutapea
BI akan memperkuat strategi operasi moneter pro-market.
Stabilisasi nilai tukar dan kecukupan likuiditas juga akan diperkuat.
Intervensi Berkelanjutan
BI akan melakukan intervensi secara konsisten.
Intervensi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.
Transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik juga dilakukan.
Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder turut menjadi instrumen BI.
Pergerakan Rupiah Masih Sejalan
Secara umum, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan.
Penguatan quarter-to-date (QTD) tercatat sebesar 0,37 persen.
- Posisi cadangan devisa meningkat ke level US$ 146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.
"Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan penguatan secara quarter-to-date (QTD) sebesar 0,37%," — Erwin Gunawan Hutapea"}.