Berita Nasional 26 Sep 2026, 01:44 WIB • 2 Dilihat

Ethiopia di Ambang Perang Saudara: Aliansi Baru Muncul Lawan Pemerintah

Dapatkan Berita Terkini

Ikuti kami di Google News untuk update tercepat

Ikuti
Ethiopia di Ambang Perang Saudara: Aliansi Baru Muncul Lawan Pemerintah

Foto: Foto: REUTERS/Stringer

Ethiopia kembali dilanda ketegangan tinggi.

Ancaman perang saudara membayangi setelah pasukan dari wilayah Tigray melancarkan serangan baru.

Situasi memburuk dengan terbentuknya aliansi kelompok bersenjata.

Mereka bersatu dengan tujuan menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Abiy Ahmed.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terulangnya konflik berdarah 2020-2022.

Perang sebelumnya merenggut ratusan ribu nyawa.

Aliansi Baru dan Serangan Kilat

Pada Minggu (20/9/2026), tujuh kelompok bersenjata mendeklarasikan pembentukan Aliansi Pasukan Rakyat Ethiopia untuk Kelangsungan Hidup.

Tujuannya jelas: menggulingkan kekuasaan di Addis Ababa.

Hanya beberapa hari berselang, pasukan Tigray berhasil menguasai tiga bandara.

Maskapai nasional Ethiopian Airlines terpaksa menghentikan layanan ke wilayah tersebut.

Serangan juga menyasar wilayah Afar dan Amhara.

Laporan menyebutkan adanya serangan artileri berat saat pasukan Tigray mencoba merebut Kota Yallo.

Pertempuran di sekitar kota bersejarah Lalibela memaksa penghentian penerbangan.

Warga di Tigray mulai panik menimbun persediaan.

Kekhawatiran Warga dan Pernyataan TPLF

Penduduk di Tigray melaporkan kekhawatiran akan terulangnya blokade seperti perang sebelumnya.

Ketersediaan makanan dan obat-obatan semakin menipis.

Seorang warga di Adigrat menggambarkan kepanikan massal.

Rak-rak toko mulai kosong akibat borongan kebutuhan pokok.

Wakil Presiden TPLF, Amanuel Assefa, menyatakan situasi telah berubah menjadi perang terbuka.

Ia mengonfirmasi pasukan Tigray bertempur bersama kelompok lokal.

Sumber keamanan asing melaporkan penguasaan kota Abala oleh TPLF.

Pertempuran juga dilaporkan meluas ke wilayah Amhara.

Respons Militer dan Analisis Internasional

Militer Ethiopia mengklaim telah menggagalkan serangan musuh.

Mereka melaporkan lebih dari 500 pejuang lawan tewas, terluka, atau tertangkap.

Para analis menduga adanya dukungan Eritrea bagi TPLF.

Negara tetangga ini disebut khawatir akan rencana Ethiopia mendapatkan akses ke Laut Merah.

Assefa membantah mengetahui rencana Eritrea.

Ia juga belum mengindikasikan adanya permintaan bantuan dari TPLF.

Perkembangan ini menandai pergeseran aliansi.

Berbeda dari perang sebelumnya, Eritrea dan kelompok Fano kini berpotensi berseberangan dengan TPLF.

Seruan Internasional dan Tantangan Perdamaian

Presiden Ethiopia mengecam campur tangan asing.

Ia menekankan pengendalian diri negaranya dan kemajuan hubungan dengan tetangga.

Juru bicara Abiy Ahmed menuding Eritrea mendanai aliansi baru.

Pemerintah Eritrea berulang kali membantah tuduhan tersebut.

Konflik terbaru menguji kesepakatan damai Pretoria 2022.

Situasi yang sempat tenang kini kembali memanas sejak akhir tahun lalu.

Perang yang meluas berpotensi menyeret negara-negara sekitar.

Kawasan ini sudah tertekan akibat konflik di Sudan dan ketegangan Laut Merah.

Uni Afrika menyerukan pengendalian diri dan negosiasi langsung.

Uni Eropa mendesak deeskalasi dan komitmen pada kesepakatan damai.

Tama Abdulah

Jurnalis profesional dengan fokus liputan berita aktual, investigasi mendalam, dan fakta terverifikasi di Indonesia.

Tag Topik Terkait:
Kembali ke Beranda