Teknologi 09 Oct 2026, 18:51 WIB • 4 Dilihat

Harga iPhone 18 Pro Max Bikin Kaget, di AS-Singapura Jauh Lebih Murah?

Harga iPhone 18 Pro Max Bikin Kaget, di AS-Singapura Jauh Lebih Murah?
Perbesar Foto

Foto: Dokumentasi / Liputan Khusus Redaksi

Jakarta, CNBC Indonesia - Peluncuran resmi lini iPhone 18 Pro Max di Indonesia pada awal Oktober 2026 telah menarik perhatian publik secara luas. Namun, sorotan utama tertuju pada perbandingan harga di pasar internasional, khususnya Amerika Serikat (AS) dan Singapura, yang dilaporkan jauh lebih terjangkau dibandingkan banderol di Tanah Air.

Perbedaan harga yang signifikan ini memicu kehebohan di kalangan calon konsumen dan pengamat teknologi. Banyak yang mempertanyakan faktor-faktor di balik disparitas harga tersebut.

Data terbaru pada Jumat, 9 Oktober 2026, menunjukkan bahwa selisih harga iPhone 18 Pro Max antara Indonesia dengan AS dan Singapura cukup mencolok, bahkan sebelum memperhitungkan biaya tambahan seperti pajak impor dan bea masuk.

Perbandingan Harga Resmi iPhone 18 Pro Max di Berbagai Negara

Apple secara resmi telah merilis jajaran iPhone 18 Pro Max dengan berbagai pilihan kapasitas penyimpanan. Harga-harga ini menjadi patokan bagi konsumen global.

Di Amerika Serikat, iPhone 18 Pro Max 256 GB dibanderol USD 1.299 atau sekitar Rp 22,9 juta (dengan asumsi kurs Rp 17.500 per dolar AS).

Untuk varian 512 GB, harganya mencapai USD 1.499 atau sekitar Rp 26,4 juta.

Sedangkan model 1 TB dijual seharga USD 1.899 (sekitar Rp 33,5 juta) dan varian tertinggi 2 TB mencapai USD 2.499 (sekitar Rp 44 juta).

Di Singapura, iPhone 18 Pro Max 256 GB ditawarkan seharga SGD 1.999 atau sekitar Rp 27,9 juta (dengan asumsi kurs Rp 13.900 per dolar Singapura).

Varian 512 GB dibanderol SGD 2.299 (sekitar Rp 32 juta), 1 TB di harga SGD 2.899 (sekitar Rp 40,3 juta), dan 2 TB seharga SGD 3.799 (sekitar Rp 52,8 juta).

Sementara itu, harga resmi iPhone 18 Pro Max di Indonesia per 9 Oktober 2026 adalah Rp 29.499.000 untuk 256 GB.

Varian 512 GB dihargai Rp 34.999.000, 1 TB seharga Rp 44.999.000, dan 2 TB mencapai Rp 58.999.000.

Secara kasat mata, harga unit di Singapura memang terlihat lebih murah hingga Rp 4,5 juta dibandingkan harga resmi di Indonesia untuk varian iPhone 18 Pro Max.

Dampak Pajak dan Bea Masuk: Lebih Hemat Beli di Dalam Negeri?

Meskipun harga di luar negeri terlihat lebih rendah, konsumen di Indonesia perlu memperhitungkan biaya tambahan yang signifikan jika membeli iPhone 18 Pro Max dari AS atau Singapura.

Ponsel yang dibeli di luar negeri dan akan digunakan dengan jaringan seluler Indonesia wajib mendaftarkan nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) melalui Bea Cukai.

Proses ini melibatkan bea masuk dan pajak impor sesuai ketentuan yang berlaku, yang seringkali membuat harga akhir menjadi lebih tinggi daripada membeli di dalam negeri.

"Harga ponsel di etalase luar negeri memang terlihat lebih rendah. Namun setelah pajak masuk Indonesia dihitung menggunakan rumus resmi Bea Cukai, jawabannya berubah total. Membeli langsung di dalam negeri ternyata jauh lebih hemat," jelas seorang pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai pada Jumat (09/10/2026).

Sebagai contoh, untuk iPhone 18 Pro Max 256 GB yang dibeli di Singapura seharga SGD 1.999 (sekitar Rp 27,9 juta), setelah dikurangi pembebasan bea masuk US$ 500 dan perhitungan kurs pajak Rp 17.500, nilai pabean yang dikenakan pungutan bisa mencapai belasan juta rupiah.

Bea masuk yang dikenakan sebesar 10% dari nilai pabean, ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11% dan Pajak Penghasilan (PPh) 10% (bagi yang tidak memiliki NPWP) atau 7,5% (bagi yang memiliki NPWP).

"Perhitungan ini sering kali luput dari perhatian konsumen. Mereka hanya melihat harga awal di toko luar negeri tanpa memperhitungkan kewajiban pajak di negara asal dan di Indonesia," tambah analisis pasar teknologi dari TechInsight, Budi Santoso, pada kesempatan terpisah.

Dengan simulasi tersebut, total biaya yang harus dikeluarkan untuk iPhone 18 Pro Max yang diimpor bisa melampaui harga resmi di Indonesia.

Strategi Harga Apple dan Fluktuasi Kurs

Perbedaan harga iPhone di berbagai negara bukan fenomena baru. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk biaya logistik, strategi penetapan harga regional Apple, serta perbedaan sistem pajak dan bea masuk di setiap negara.

Kurs mata uang juga memainkan peran krusial. Pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dan dolar Singapura dapat secara langsung memengaruhi daya beli dan harga akhir produk.

Pada Jumat (09/10/2026), kurs perhitungan pajak untuk dolar AS berada di kisaran Rp 17.500, sementara kurs aktual bisa sedikit berbeda.

Dengan asumsi kurs Rp 17.890 per dolar AS, harga iPhone 18 Pro Max di Indonesia bisa setara sekitar US$ 1.649, yang berarti 26,9% lebih tinggi dari harga di AS.

Tanggapan Konsumen dan Prediksi Pasar

Fenomena perbedaan harga ini memicu beragam tanggapan dari konsumen. Sebagian merasa kecewa dengan harga yang lebih tinggi di Indonesia, sementara sebagian lainnya mulai menyadari kompleksitas biaya impor.

Analis memprediksi bahwa meskipun ada perbedaan harga, minat terhadap iPhone 18 Pro Max di Indonesia akan tetap tinggi, mengingat loyalitas konsumen terhadap merek Apple.

Namun, edukasi mengenai perhitungan bea masuk dan pajak perlu terus digencarkan agar konsumen dapat membuat keputusan pembelian yang lebih bijak.

Pemerintah melalui Bea Cukai juga terus mengimbau masyarakat untuk memahami aturan impor perangkat elektronik agar tidak terkejut dengan biaya tambahan yang muncul.

"Kami senantiasa mengingatkan masyarakat untuk cermat dalam menghitung total biaya, termasuk bea masuk dan pajak, saat membeli perangkat elektronik dari luar negeri," ujar perwakilan Bea Cukai.

Dengan demikian, meskipun harga dasar iPhone 18 Pro Max di AS dan Singapura terlihat 'jauh lebih murah', perhitungan cermat setelah memperhitungkan semua komponen biaya menunjukkan bahwa membeli secara resmi di Indonesia bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi banyak konsumen.

Tama Abdulah

Jurnalis redaksi dfx.co.id dengan spesialisasi liputan ekonomi, perbankan digital, dan teknologi.

Kembali ke Beranda