Maroko dan Mesir Pesta Gol di Kualifikasi Piala Afrika 2027
Foto: Dokumentasi / Liputan Khusus Redaksi
Tim nasional Maroko dan Mesir sukses mencetak kemenangan telak dalam pertandingan kedua Kualifikasi Piala Afrika 2027.
Hasil tersebut memastikan kedua raksasa Afrika ini semakin kokoh di puncak klasemen grup masing-masing.
Dominasi Singa Atlas Maroko
Maroko menunjukkan performa solid dengan menundukkan Lesotho 2-0 dalam laga Grup A.
Pertandingan berlangsung di Stadion Free State, Bloemfontein, Afrika Selatan, pada Selasa waktu setempat.
"Kemenangan ini krusial untuk menjaga momentum positif kami menuju putaran final," kata Walid Regragui, Pelatih Timnas Maroko.
- Maroko mengalahkan Lesotho dengan skor akhir 2-0.
- Dua gol kemenangan Maroko dicetak oleh Brahim Diaz dan Azzedine Ounahi.
- Maroko kini memimpin Grup A dengan enam poin sempurna dari dua laga.
Pesta Gol Mesir di Kandang Lawan
Mesir tidak kalah gemilang, bahkan menghujani gawang Sudan Selatan dengan lima gol tanpa balas.
Pertandingan Grup B tersebut digelar di Stadion Nasional, Juba, menunjukkan ketajaman lini serang Mesir.
"Kami sangat senang dengan penampilan tim yang agresif dan efektif di depan gawang," ujar Rui Vitória, Pelatih Timnas Mesir.
- Mesir menang besar 5-0 atas Sudan Selatan.
- Gol-gol Mesir dicetak oleh Mustafa Zico, Omar Marmoush (dua gol), Ibrahim Adel, dan Hamza Abdelkarim.
- Mesir kini memuncaki Grup B dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan.
Hasil Mengejutkan Tim Unggulan Lain
Beberapa tim unggulan lain menghadapi hasil beragam di laga kedua kualifikasi.
Senegal sukses membawa pulang tiga poin setelah menang tipis 1-0 atas Ethiopia di Grup J.
Namun, Nigeria harus menelan kekalahan 0-3 dari Guinea Bissau, menjadi salah satu kejutan terbesar.
Aljazair hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Burundi, sementara Ghana takluk 2-4 dari Gambia.
Jalur Menuju Piala Afrika 2027
Jalur kualifikasi Piala Afrika 2027 akan terus berlanjut sepanjang bulan Oktober dan November 2026.
Total 24 tim terbaik akan melaju ke putaran final yang akan diselenggarakan di Kenya, Uganda, dan Tanzania.
"Setiap pertandingan kualifikasi adalah final bagi kami, tidak ada lawan yang bisa diremehkan," tegas Patrice Motsepe, Presiden CAF.