ASN Kemenparekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad di Halim
Dapatkan Berita Terkini
Ikuti kami di Google News untuk update tercepat
Foto: Dokumentasi / Liputan Khusus Redaksi
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Fajar Zaldi, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad).
Insiden tragis ini terjadi di area Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin, 29 Mei 2023.
Kabar duka tersebut sontak mengejutkan berbagai pihak, terutama di lingkungan Kemenparekraf dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang menaungi program Komcad.
Fajar Zaldi, yang berusia 35 tahun, merupakan salah satu peserta Latsarmil Komcad gelombang pertama tahun 2023.
Ia diketahui bertugas di Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf.
Menurut informasi awal, Fajar Zaldi mengalami kolaps saat mengikuti salah satu sesi latihan fisik sekitar pukul 10.30 WIB.
Petugas medis di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa.
Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Kronologi dan Upaya Penyelamatan
Pagi itu, Fajar Zaldi dilaporkan mengikuti rangkaian latihan fisik bersama peserta Komcad lainnya.
Cuaca di sekitar Lanud Halim Perdanakusuma cukup cerah dengan suhu udara mencapai 31 derajat Celcius.
Saat sesi latihan lari ringan, Fajar mendadak terlihat oleng dan kemudian terjatuh.
Rekannya sesama peserta dan pelatih dengan sigap menghampiri untuk memberikan bantuan.
Tim kesehatan yang bersiaga di lapangan segera melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) awal.
Kurang dari 10 menit setelah kejadian, Fajar langsung dievakuasi menggunakan ambulans militer menuju RSAU dr. Esnawan Antariksa.
Tim dokter di rumah sakit telah berupaya maksimal untuk menstabilkan kondisinya.
Namun, setelah serangkaian tindakan medis intensif, Fajar Zaldi dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.45 WIB.
Tanggapan Resmi Kemenparekraf dan Kemhan
Pihak Kemenparekraf telah mengkonfirmasi kabar duka ini dan menyampaikan belasungkawa mendalam.
"Kami sangat berduka atas meninggalnya salah satu ASN terbaik kami, Bapak Fajar Zaldi, saat mengikuti Latsarmil Komcad. Ini adalah kehilangan besar bagi Kemenparekraf. Kami akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga almarhum," ujar Ni Wayan Giri Adnyani, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam keterangan resminya kepada media, Senin sore (29/5).
Kemenparekraf juga menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan dan TNI terkait proses pemulangan jenazah dan hak-hak almarhum.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan melalui juru bicaranya juga memberikan pernyataan.
"Kami membenarkan adanya insiden meninggalnya peserta Komcad atas nama Fajar Zaldi dari Kemenparekraf. Seluruh prosedur penanganan medis darurat telah dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku," terang Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha, Kepala Biro Humas Setjen Kemhan, dalam jumpa pers singkat di Jakarta, Senin malam (29/5).
Brigjen Edwin menambahkan bahwa tim investigasi internal telah dibentuk untuk menelusuri secara detail penyebab pasti kematian Fajar Zaldi.
Penyelidikan akan mencakup riwayat kesehatan almarhum, kondisi latihan, serta prosedur keamanan dan kesehatan selama Latsarmil.
Penyelidikan Mendalam dan Jaminan Kesehatan
Penyebab pasti kematian Fajar Zaldi saat ini masih dalam proses autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim forensik.
Pihak berwenang akan mengumpulkan seluruh data medis dan riwayat kesehatan Fajar sebelum mengikuti program Komcad.
Setiap peserta Komcad, termasuk ASN, diwajibkan menjalani serangkaian tes kesehatan ketat sebelum dinyatakan lolos seleksi.
Hal ini untuk memastikan peserta dalam kondisi prima dan siap mengikuti latihan fisik militer.
Kementerian Pertahanan menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan kesehatan seluruh peserta Komcad.
Jaminan kesehatan dan asuransi telah disiapkan untuk para peserta selama masa pelatihan.
Keluarga almarhum Fajar Zaldi telah dihubungi dan mendapatkan pendampingan dari pihak Kemenparekraf dan Kemhan.
Jenazah direncanakan akan dipulangkan ke kampung halaman almarhum setelah proses autopsi selesai.
Mengenal Program Komponen Cadangan
Program Komponen Cadangan (Komcad) merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN).
Komcad adalah salah satu bentuk partisipasi warga negara dalam upaya pertahanan negara, di luar tugas pokok TNI.
Peserta Komcad menjalani Latsarmil selama kurang lebih tiga bulan untuk mendapatkan pelatihan dasar kemiliteran.
Setelah pelatihan, mereka kembali ke profesi masing-masing dan akan diaktifkan jika negara dalam kondisi darurat atau membutuhkan.
Program ini bersifat sukarela dan terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi syarat.
Sejak diluncurkan pada tahun 2021, program Komcad telah menarik minat ribuan warga dari berbagai latar belakang, termasuk ASN, mahasiswa, dan profesional swasta.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya aspek kesehatan dan keselamatan dalam setiap program pelatihan militer, seketat apapun standar yang telah ditetapkan.