Ekonomi 27 Sep 2026, 22:16 WIB • 2 Dilihat

9 Jenazah Ditemukan di Pesisir Seruyan: 2 Terakhir di Medan Sulit

Dapatkan Berita Terkini

Ikuti kami di Google News untuk update tercepat

Ikuti
9 Jenazah Ditemukan di Pesisir Seruyan: 2 Terakhir di Medan Sulit

Foto: Dokumentasi / Liputan Khusus Redaksi

Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah di wilayah pesisir Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Kamis, 25 Juli 2024 siang. Penemuan ini menambah daftar korban yang ditemukan menjadi sembilan jenazah.

Kedua jasad tersebut ditemukan di lokasi yang sangat sulit dijangkau, yakni di antara bebatuan karang dan hutan bakau lebat di sekitar Pantai Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur.

Medan yang ekstrem ini menjadi tantangan besar bagi tim pencari sejak awal operasi. Kondisi jenazah yang ditemukan juga dalam keadaan memprihatinkan, menyulitkan proses identifikasi awal.

Kronologi Penemuan Jenazah di Pesisir Seruyan

Pencarian besar-besaran ini bermula dari laporan warga mengenai penemuan beberapa jenazah di sepanjang garis pantai Seruyan sejak awal pekan ini.

Pada Senin, 22 Juli 2024, tiga jenazah pertama ditemukan terdampar di Pantai Kuala Pembuang.

Keesokan harinya, Selasa, 23 Juli 2024, tim kembali menemukan empat jenazah di lokasi terpisah namun masih dalam radius 10 kilometer dari penemuan awal.

Dengan penemuan dua jenazah terbaru pada Kamis ini, total korban yang ditemukan telah mencapai sembilan orang.

Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya, Bapak AA Alit Supartana, menjelaskan detail operasi.

"Dua jenazah terakhir ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB oleh tim penyisiran darat yang fokus pada area-area terpencil. Lokasinya memang sangat ekstrem, butuh waktu berjam-jam untuk evakuasi," ujar Bapak Alit Supartana dalam konferensi pers di Posko Seruyan, Kamis (25/7).

WIB).

Proses evakuasi kedua jenazah tersebut memakan waktu lebih dari tiga jam. Tim harus menggunakan perahu karet dan tali temali untuk menarik korban keluar dari celah bebatuan dan rimbunnya bakau.

Tantangan Medan dan Cuaca Ekstrem

Pesisir Seruyan memang dikenal memiliki karakteristik geografis yang menantang.

Ombak tinggi, arus kuat, serta keberadaan hutan bakau dan karang tajam menjadi kendala utama bagi tim SAR.

Kondisi cuaca di perairan Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir juga tidak mendukung, dengan gelombang mencapai 2-3 meter di beberapa titik.

Faktor-faktor ini mempersulit upaya pencarian dan evakuasi, terutama di area yang lebih terpencil.

Penyisiran dilakukan secara intensif oleh personel gabungan dari Basarnas, Polairud Polda Kalteng, TNI AL, BPBD Kabupaten Seruyan, dan relawan masyarakat.

Tim dibagi menjadi beberapa sektor, dengan fokus pada penyisiran darat di pesisir dan penyisiran laut menggunakan kapal patroli serta perahu karet.

Proses Identifikasi dan Dugaan Penyebab

Kesembilan jenazah yang ditemukan telah dievakuasi ke RSUD Kuala Pembuang untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Polda Kalimantan Tengah telah dikerahkan untuk membantu mengidentifikasi para korban.

Proses ini mencakup pemeriksaan sidik jari, dental record, dan jika diperlukan, tes DNA, mengingat kondisi jenazah yang sudah tidak utuh.

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol. Erlan Munaji, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian para korban.

"Kami sudah mengumpulkan data awal dan berkoordinasi dengan DVI. Dugaan sementara mengarah pada insiden di laut, kemungkinan kapal tenggelam atau kecelakaan maritim lainnya yang belum terlaporkan," jelas Kombes Pol. Erlan Munaji di Palangka Raya.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai insiden kapal tenggelam atau hilang di perairan Seruyan dan sekitarnya yang dapat dikaitkan langsung dengan penemuan jenazah ini.

Pihak kepolisian juga telah membuka posko aduan bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki kerabat bekerja di sektor kelautan atau pelayaran.

Pencarian Lanjut dan Peringatan Maritim

Meskipun sembilan jenazah telah ditemukan, operasi pencarian belum dihentikan sepenuhnya.

Tim SAR gabungan masih akan melakukan penyisiran terbatas di beberapa area yang dicurigai, terutama setelah mempertimbangkan arah arus laut dan pola pergerakan gelombang.

Fokus utama kini beralih pada upaya identifikasi dan pengungkapan penyebab pasti tragedi ini.

Pemerintah daerah melalui BPBD Seruyan juga mengimbau para nelayan dan operator kapal kecil untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem.

Mereka disarankan untuk melengkapi diri dengan alat keselamatan standar dan selalu melaporkan rencana pelayaran kepada pihak berwenang.

Insiden tragis ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di laut, terutama di perairan dengan karakteristik sulit seperti pesisir Seruyan.

Misteri di balik sembilan jenazah yang terdampar ini diharapkan dapat segera terungkap, memberikan jawaban bagi keluarga korban dan pelajaran berharga bagi keselamatan maritim di masa mendatang.

Pihak berwenang berjanji akan terus memberikan informasi terkini mengenai perkembangan kasus ini kepada publik.

Administrator

Jurnalis profesional dengan fokus liputan berita aktual, investigasi mendalam, dan fakta terverifikasi di Indonesia.

Kembali ke Beranda