BMKG: Gempa M 3,7 Guncang Aceh, Getaran Terasa Hingga Pidie
Dapatkan Berita Terkini
Ikuti kami di Google News untuk update tercepat
Foto: Photo by Man Fong Wong on Pexels
Gempa bumi bermagnitudo 3,7 mengguncang wilayah Aceh Besar pada Jumat, 25 September 2026, dini hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di darat, sekitar 17 kilometer timur Jantho, Aceh Besar.
Getaran gempa ini dilaporkan terasa hingga wilayah Pidie dengan skala III MMI dan di Pidie Jaya dengan skala II MMI.
Detail Gempa dan Lokasi Episenter
Gempa yang terjadi pada Jumat, 25 September 2026, pukul 04.01.35 WIB ini memiliki kedalaman 7 kilometer.
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 5,21 Lintang Utara dan 95,76 Bujur Timur.
Lokasi pusat gempa yang berada di darat ini menjadi salah satu faktor mengapa guncangannya dapat dirasakan hingga ke wilayah yang cukup jauh dari episenter, seperti Pidie dan Pidie Jaya.
Intensitas Guncangan yang Dirasakan
Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) digunakan untuk mengukur seberapa kuat guncangan gempa dirasakan oleh manusia.
Gempa M 3,7 ini tercatat memiliki intensitas:.
- III MMI di Pidie: Guncangan dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seperti ada truk yang lewat.
- II MMI di Pidie Jaya: Guncangan dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan mungkin bergerak.
Konteks Aktivitas Gempa di Aceh
Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki aktivitas seismik tinggi.
Hal ini disebabkan oleh posisinya yang berada di pertemuan lempeng tektonik besar, termasuk lempeng Indo-Australia dan Eurasia, serta dilalui oleh segmen Sesar Besar Sumatra.
Sepanjang tahun 2026, BMKG telah mencatat puluhan gempa bumi di wilayah Aceh.
Pada periode Januari hingga September 2026 saja, tercatat sudah ada 76 kejadian gempa bumi.
Gempa terbesar yang pernah terjadi di Aceh pada tahun ini adalah gempa bermagnitudo 6,4 pada 3 Maret 2026.
Peran Sesar Aktif dan Zona Megathrust
Tingginya aktivitas kegempaan di Aceh berkaitan erat dengan kondisi tektoniknya.
Wilayah ini memiliki banyak sesar atau patahan aktif, serta berada di kawasan jalur megathrust di barat Sumatra.
Sesar aktif adalah retakan di kerak bumi yang menunjukkan adanya pergerakan dan dapat menimbulkan gempa bumi.
Zona megathrust adalah area di mana satu lempeng tektonik menunjam di bawah lempeng tektonik lainnya.
Zona ini dikenal sebagai sumber gempa bumi besar dan berpotensi tsunami.
Potensi Gempa Susulan dan Imbauan BMKG
Meskipun gempa kali ini berkekuatan relatif kecil (M 3,7), BMKG selalu mengingatkan masyarakat akan potensi adanya gempa susulan.
Kedalaman gempa yang dangkal juga bisa membuat guncangan terasa lebih kuat di area terdekat.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.
Penting untuk tidak mudah percaya pada isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait gempa.
Tips Keamanan Saat Terjadi Gempa
BMKG juga memberikan saran keamanan yang perlu diperhatikan:
- Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal kamu cukup tahan gempa.
- Periksa apakah ada kerusakan pada bangunan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kamu kembali masuk ke dalamnya.
- Jika kamu berada di dalam ruangan, berlindunglah di bawah meja atau perabot kokoh lainnya. Jauhi jendela, kaca, dan benda yang bisa jatuh.
- Jika kamu berada di luar ruangan, menjauhlah dari bangunan, pohon, tiang listrik, dan kabel yang mungkin roboh.
- Jika kamu sedang mengendarai kendaraan, segera menepi dan berhenti di tempat terbuka.
Informasi Resmi dari BMKG
BMKG menekankan pentingnya mendapatkan informasi gempa bumi dari sumber yang terpercaya.
Informasi mengenai gempa bumi dan potensi bencana sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web, media sosial resmi, atau aplikasi BMKG.
Pembaruan informasi terus dilakukan seiring masuknya data tambahan dari stasiun pemantau.
Hal ini penting untuk menghindari penyebaran hoaks dan menjaga ketenangan masyarakat.
Dampak Gempa Aceh Sebelumnya
Aceh memiliki sejarah panjang dalam menghadapi gempa bumi besar.
Salah satu yang paling diingat adalah gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter yang mengguncang Pidie Jaya pada 7 Desember 2016.
Gempa tersebut menyebabkan ratusan korban jiwa, ribuan luka-luka, dan kerusakan bangunan yang masif.
Gempa besar tersebut menjadi pengingat akan kerentanan wilayah Aceh terhadap aktivitas seismik dan pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Kesimpulan
Gempa bermagnitudo 3,7 yang terjadi di Aceh Besar pada Jumat, 25 September 2026, dini hari, merupakan bagian dari aktivitas seismik yang terus berlangsung di wilayah tersebut.
Meskipun berkekuatan kecil, gempa ini mengingatkan kembali pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.
BMKG terus memantau aktivitas gempa dan memberikan informasi terkini untuk membantu masyarakat memahami dan menghadapi risiko bencana alam, khususnya gempa bumi.
FAQ
Q: Kapan gempa M 3,7 terjadi di Aceh?
A: Gempa tersebut terjadi pada Jumat, 25 September 2026, pukul 04.01.35 WIB.
Q: Berapa kekuatan magnitudo gempa tersebut?
A: Kekuatan gempa adalah magnitudo 3,7.
Q: Di mana lokasi pusat gempa?
A: Pusat gempa berada di darat, sekitar 17 kilometer timur Jantho, Aceh Besar.
Q: Apakah gempa tersebut dirasakan di wilayah lain?
A: Ya, guncangan gempa dirasakan hingga Pidie (skala III MMI) dan Pidie Jaya (skala II MMI).
Q: Apa imbauan BMKG terkait gempa ini?
A: BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, tidak mudah percaya isu yang tidak jelas sumbernya, serta memeriksa keamanan bangunan.