Berita Nasional 26 Sep 2026, 14:22 WIB • 2 Dilihat

Gus Baha dan Polri Bersinergi Perkuat Persatuan Bangsa Lewat Ngaji Kebangsaan

Dapatkan Berita Terkini

Ikuti kami di Google News untuk update tercepat

Ikuti
Gus Baha dan Polri Bersinergi Perkuat Persatuan Bangsa Lewat Ngaji Kebangsaan

Foto: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menghadiri "Ngaji Kebangsaan" di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri

Ratusan santri dan personel Polri berkumpul di Rembang, Jawa Tengah, pada Sabtu untuk mengikuti sesi 'Ngaji Kebangsaan'.

Acara ini menghadirkan ulama kondang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.

Tujuannya adalah untuk memperkokoh persatuan, membangkitkan semangat kebangsaan, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat Indonesia.

Kegiatan ini juga terhubung secara virtual dengan puluhan ribu anggota Polri dari berbagai penjuru negeri.

Sinergi Ulama dan Umara Jaga Keutuhan NKRI

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada keluarga besar Polri untuk hadir dalam 'Ngaji Kebangsaan'.

Ia menekankan sejarah panjang kolaborasi antara ulama dan pemerintah.

Perjuangan bersama ini terbentang sejak masa kemerdekaan hingga upaya mempertahankannya.

Semangat tersebut kini diteruskan dalam tanggung jawab menjaga persatuan dan membangun bangsa.

Acara yang digelar di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA Rembang ini dihadiri 700 peserta tatap muka.

Rinciannya meliputi 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri.

Secara bersamaan, sekitar 41.449 peserta lainnya mengikuti sesi ini melalui platform virtual.

Jajaran kepolisian dari berbagai daerah turut terhubung.

Makna Kebersamaan dalam Merawat Keberagaman

Pertemuan santri dan polisi dalam satu forum, serta koneksi ribuan peserta dari seluruh Indonesia, membawa makna mendalam.

Mereka disatukan oleh pesan pentingnya persatuan.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya merawat keberagaman dan memperkuat kolaborasi antara tokoh agama dan pemerintah demi Indonesia.

Kapolri memandang ulama sebagai penerang dan penunjuk arah.

Mereka memberikan nasihat serta doa bagi kemajuan bangsa dan negara.

Sementara itu, Polri bertugas menjaga keamanan dan ketertiban.

Mereka memberikan perlindungan dan pengayoman agar pembangunan nasional dapat berjalan lancar.

Di tengah tantangan global, Kapolri mengajak seluruh peserta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan.

Perbedaan harus dikelola dengan bijak agar tidak memicu konflik.

Ia juga memohon doa dan bimbingan para ulama, terutama bagi anggota Polri yang menjalankan tugas berisiko tinggi.

Harapannya, mereka selalu diberi keselamatan dan kemudahan.

Semangat Persatuan Meluas Hingga Penjuru Negeri

'Ngaji Kebangsaan' ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan biasa.

Ratusan santri dan personel Polri yang hadir langsung, serta ribuan lainnya yang terhubung virtual, berikrar untuk menyebarkan semangat persatuan.

Dari pesantren di Rembang hingga pos-pos kepolisian di seluruh Indonesia, lebih dari 42 ribu peserta bersatu.

Semangat mereka adalah ulama memberi arahan, Polri menjaga keamanan, dan bersama merawat persatuan demi Indonesia yang kokoh dan maju.

Kaspin

Jurnalis profesional dengan fokus liputan berita aktual, investigasi mendalam, dan fakta terverifikasi di Indonesia.

Tag Topik Terkait:
Kembali ke Beranda