Badai Nor'easter Menggila di Pesisir Timur AS, Ratusan Ribu Warga Terkena Dampak
Dapatkan Berita Terkini
Ikuti kami di Google News untuk update tercepat
Foto: Badai Nor’easter yang terjadi di luar musim menerjang kawasan timur laut Amerika Serikat (AS) dengan membawa angin kencang, hujan deras, dan gelombang besar, Minggu (27/9/2026). (REUTERS/Vincent Alban)
Badai Nor'easter yang tak lazim melanda kawasan timur laut Amerika Serikat pada Minggu, 27 September 2026.
Fenomena cuaca ekstrem ini membawa angin kencang, hujan deras, serta gelombang tinggi.
Akibat hantaman badai, puluhan ribu pelanggan mengalami pemadaman listrik.
Setidaknya satu korban jiwa juga dilaporkan dalam insiden bencana alam ini.
Ancaman Cuaca Ekstrem di Luar Musim
Badai Nor'easter kali ini tergolong tidak biasa karena terjadi di luar musimnya.
Umumnya, badai jenis ini melanda AS lebih lambat dalam tahun, bahkan hingga memasuki musim semi.
Sistem cuaca ekstrem tersebut menerjang sejumlah kota besar.
New York, Boston, dan Philadelphia menjadi beberapa wilayah yang merasakan langsung dampak dahsyatnya.
Nor'easter dikenal memiliki potensi kerusakan miliaran dolar.
Badai ini seringkali membawa hujan lebat, terkadang salju, angin kencang, dan banjir akibat gelombang badai di sepanjang pesisir timur AS.
Dampak Luas dan Korban Jiwa
Layanan cuaca setempat melaporkan kecepatan hembusan angin mencapai sekitar 72 kilometer per jam (45 mil per jam).
Sebelumnya, kecepatan angin sempat tercatat hingga 81 mil per jam di Montauk Point, New York.
Insiden ini menyebabkan pemadaman listrik bagi sekitar 130.000 pelanggan.
Angka tersebut menunjukkan skala kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan.
Tragisnya, badai ini juga merenggut nyawa setidaknya satu orang.
Pihak berwenang masih terus melakukan penanganan dan pemulihan pasca-badai.