Momen Pilu Mahathir Mohamad Lepas Kepergian Istri Tercinta, Siti Hasmah
Dapatkan Berita Terkini
Ikuti kami di Google News untuk update tercepat
Foto: Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad melihat peti mati istrinya, Siti Hasmah Mohamad Ali, saat upacara pemakamannya di Masjid As Syarif di Kuala Lumpur, Senin (28/9/2026). Hasmah, meninggal dunia dalam usia 100 tahun. (Photo by Najjua Zulkefli / AFP)
Duka mendalam menyelimuti keluarga mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.
Istrinya tercinta, Tun Dr.
Siti Hasmah Mohamad Ali, telah berpulang pada usia 100 tahun.
Kepergian sosok yang telah mendampingi Mahathir selama puluhan tahun ini meninggalkan kesedihan mendalam.
Kabar duka ini disampaikan pada Senin, 28 September 2026.
Prosesi Pemakaman Penuh Haru
Mahathir Mohamad terlihat hadir di sisi peti jenazah sang istri dalam prosesi pemakaman.
Wajahnya memancarkan kesedihan mendalam, dengan mata yang tampak berkaca-kaca.
Ia tiba di Masjid As Syarif, Kuala Lumpur, untuk memberikan penghormatan terakhir.
Momen ini menjadi perpisahan terakhir bagi Siti Hasmah yang setia mendampinginya.
Perdana Menteri Malaysia saat ini, Anwar Ibrahim, juga turut hadir dalam prosesi tersebut.
Ia menyampaikan belasungkawa dan penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan.
Jejak Pengabdian Siti Hasmah
Siti Hasmah Mohamad Ali dikenal luas sebagai pendamping setia Mahathir Mohamad.
Suaminya pernah menjabat sebagai PM Malaysia selama dua periode, menjadikannya salah satu pemimpin terlama di negara itu.
Menurut laporan media setempat, Siti Hasmah menghembuskan napas terakhir di Institut Jantung Negara (National Heart Institute).
Ia meninggal dunia sekitar pukul 09.20 pagi waktu setempat.
Mahathir, yang kini berusia 101 tahun, memimpin Malaysia dari tahun 1981 hingga 2003, dan kembali menjabat pada 2018 hingga 2020.
Siti Hasmah dan Mahathir telah menikah sejak tahun 1956.
Keduanya merayakan ulang tahun pernikahan ke-70 pada bulan Agustus lalu, sebuah perjalanan hidup yang sangat panjang.
Ucapan Belasungkawa dari Raja Malaysia
Raja Malaysia, Sultan Ibrahim Sultan Iskandar, turut menyampaikan duka cita atas wafatnya Siti Hasmah.
Belasungkawa tersebut diunggah melalui akun Facebook resmi Baginda pada hari Senin.
Dalam unggahannya, Raja mendoakan agar seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.
Ia berharap keluarga tabah dan sabar menghadapi kehilangan anggota keluarga tercinta.
Siti Hasmah, yang lahir pada 12 Juli 1926, adalah seorang dokter yang berdedikasi.
Ia aktif mengampanyekan berbagai isu sosial dan kesehatan.
Kontribusinya meliputi advokasi kesehatan ibu, program keluarga berencana, peningkatan literasi, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta kesehatan mental masyarakat.