Prabowo Berdoa Khusyuk di Sumur Maut Lubang Buaya, Kenang Pahlawan
Foto: Dokumentasi / Liputan Khusus Redaksi
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kemarin memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Setelah upacara selesai, Presiden Prabowo menyempatkan diri untuk berziarah dan memanjatkan doa di depan Sumur Maut Lubang Buaya.
Momen ini menjadi sorotan utama, menunjukkan penghormatan mendalam terhadap para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa kelam G30S/PKI pada tahun 1965.
Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta para pimpinan lembaga negara dan anggota Kabinet Merah Putih.
Momen Khidmat di Sumur Maut Lubang Buaya
Usai memimpin upacara peringatan, Presiden Prabowo Subianto langsung berjalan menuju area Sumur Maut yang berada di kompleks Monumen Pancasila Sakti.
Dengan mengenakan setelan jas abu-abu lengkap dengan peci, Prabowo tampak khusyuk saat mengangkat kedua tangannya dan memanjatkan doa.
Momen tersebut berlangsung dalam keheningan, diiringi sayup-sayup lantunan lagu 'Gugur Bunga' karya Ismail Marzuki yang menambah suasana haru.
“Untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan para pejuang bangsa dan terutama pahlawan revolusi mengheningkan cipta dimulai,” kata Prabowo saat memimpin prosesi mengheningkan cipta dalam upacara.
Doa tersebut didedikasikan untuk mengenang jasa-jasa para Pahlawan Revolusi yang jenazahnya ditemukan di sumur bersejarah tersebut.
Rangkaian Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 dimulai pada Kamis, 1 Oktober 2026, sekitar pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 08.22 WIB.
Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai Inspektur Upacara, menandai komitmen negara dalam menjaga ideologi Pancasila.
Rangkaian upacara diawali dengan salam kebangsaan, penghormatan, dan laporan dari Komandan Upacara Kolonel Marinir Edo Sidharta Halilintar.
Pembacaan teks Pancasila dilakukan oleh Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, diikuti pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945 oleh Ketua MPR Ahmad Muzani.
Kemudian, pembacaan dan penandatanganan ikrar Pancasila dibacakan oleh Ketua DPR Puan Maharani, serta pembacaan doa oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Peringatan ini merupakan agenda tahunan kenegaraan yang memiliki kaitan erat dengan sejarah Gerakan 30 September (G30S) dan gugurnya sejumlah perwira Angkatan Darat pada tahun 1965.
Dukungan Pejabat Tinggi Negara dan Kabinet Merah Putih
Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara menunjukkan soliditas pemerintahan dalam memperingati momen penting ini.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendampingi Presiden Prabowo sepanjang acara, termasuk saat ziarah ke Sumur Maut.
Turut hadir pula Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, dan Ketua DPD Sultan Baktiar Najamudin.
Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih juga terlihat mendampingi, seperti Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.
Dari jajaran militer dan kepolisian, hadir Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Tonny Harjono.
Kehadiran lengkap para petinggi negara ini menegaskan pentingnya Hari Kesaktian Pancasila sebagai fondasi ideologi bangsa.
Menghayati Sejarah di Monumen Pancasila Sakti
Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya adalah saksi bisu kekejaman peristiwa G30S/PKI tahun 1965.
Sumur Maut menjadi lokasi ditemukannya jenazah tujuh Pahlawan Revolusi yang diculik dan dibunuh dalam rangkaian peristiwa tragis tersebut.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober ditetapkan oleh Presiden RI ke-2 Soeharto pada tahun 1967.
Tujuannya adalah untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa Pancasila sebagai dasar negara berdiri teguh dari berbagai upaya yang ingin menjatuhkannya.
Setelah berdoa, Presiden Prabowo dan rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi Museum Kesaktian Pancasila untuk melihat koleksi dan artefak yang berkaitan dengan peristiwa 1965.
Kunjungan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta nilai-nilai luhur Pancasila.
Pesan Pancasila Pemersatu Bangsa
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 mengusung tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur'.
Tema ini merefleksikan semangat untuk terus menjadikan Pancasila sebagai perekat kebhinekaan di tengah tantangan global.
Presiden Prabowo dalam amanatnya menekankan pentingnya Pancasila sebagai ideologi yang digali dari kehidupan masyarakat Indonesia oleh Presiden pertama Soekarno.
Nilai-nilai Pancasila harus terus dihayati dan diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Momen ziarah dan doa di Sumur Maut Lubang Buaya ini merupakan simbol penghormatan tertinggi kepada para pahlawan yang telah berkorban demi tegaknya Pancasila dan keutuhan NKRI.