Berita Nasional 02 Oct 2026, 11:57 WIB • 2 Dilihat

Presiden Prabowo Lantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Presiden Prabowo Lantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
Perbesar Foto

Foto: Dokumentasi / Liputan Khusus Redaksi

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru.

Pelantikan bersejarah ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026, menandai era baru kepemimpinan di tubuh Polri.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga melantik Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).

Peristiwa ini menjadi sorotan utama nasional, mengingat peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini mengemban amanah berat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dari Kapolri sebelumnya, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Sementara itu, Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat menggantikan posisi Komjen Polisi Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri.

Transisi Kepemimpinan dan Dasar Hukum

Prosesi pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan 97/POLRI Tahun 2026.

Kedua Keppres tersebut secara resmi mengatur tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dokumen penting ini telah ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Oktober 2026, memberikan landasan hukum yang kuat bagi pergantian pucuk pimpinan di Korps Bhayangkara.

Sebelum menjabat sebagai Kapolri, Komjen Polisi Suyudi Ario Seto diketahui telah melewati serangkaian uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Dukungan dari parlemen menjadi indikasi kuat terhadap kapabilitas dan integritas Jenderal Suyudi dalam memimpin institusi kepolisian.

Kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal Polisi secara otomatis menyertai pelantikan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, menegaskan status dan otoritas barunya.

Prosesi Pelantikan yang Khidmat di Istana Negara

Upacara pelantikan berlangsung dengan sangat khidmat di Ruang Garuda, Istana Negara, Jakarta, dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan tamu undangan penting.

Presiden Prabowo Subianto secara langsung memimpin pengucapan sumpah jabatan bagi Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat.

Sumpah jabatan yang diucapkan mencerminkan komitmen mendalam terhadap konstitusi dan keadilan.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya," demikian bunyi penggalan sumpah yang diucapkan.

Setelah pengucapan sumpah, prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh para pejabat yang baru dilantik.

Penandatanganan ini menjadi simbol formalitas penyerahan tanggung jawab dan wewenang kepada pucuk pimpinan Polri yang baru.

Tak berhenti di situ, acara dilanjutkan dengan penanggalan tanda pangkat dan tanda jabatan lama, kemudian penyematan tanda pangkat dan tanda jabatan baru, menandai transisi resmi kepemimpinan.

Profil Singkat Jenderal Suyudi Ario Seto dan Harapan Publik

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bukanlah sosok baru di lingkungan kepolisian. Rekam jejaknya menunjukkan pengalaman luas di berbagai posisi strategis.

Sebelum dilantik sebagai Kapolri, Suyudi Ario Seto sempat menjabat sebagai Kapolda Banten, sebuah posisi yang juga pernah diemban oleh pendahulunya, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Pengalaman ini diharapkan memberikan fondasi yang kuat bagi kepemimpinannya dalam menghadapi tantangan keamanan nasional.

Publik menaruh harapan besar kepada kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto dan Komjen Wahyu Hadiningrat untuk terus meningkatkan profesionalisme Polri.

Integritas, akuntabilitas, dan pelayanan prima kepada masyarakat menjadi tuntutan utama yang harus dipegang teguh oleh kepolisian.

Transformasi digital dan adaptasi terhadap dinamika kejahatan modern juga menjadi agenda penting yang harus terus dikembangkan di bawah kepemimpinan baru.

Pengamat kepolisian dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Budi Santoso, menyatakan optimismenya terhadap duet kepemimpinan ini.

"Jenderal Suyudi dan Komjen Wahyu memiliki rekam jejak yang solid. Tantangannya adalah bagaimana mereka bisa menjaga netralitas Polri, khususnya menjelang agenda-agenda politik besar di masa mendatang, serta terus meningkatkan kepercayaan publik," ujar Prof. Dr. Budi Santoso dalam keterangannya kepada media.

Dengan dilantiknya Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Polri diharapkan dapat semakin responsif terhadap aspirasi masyarakat dan mampu menjaga kondusivitas keamanan di seluruh pelosok negeri.

Fokus pada penegakan hukum yang adil dan merata akan menjadi kunci keberhasilan kepemimpinan baru ini dalam membangun Polri yang lebih modern dan dicintai rakyat.

Administrator

Jurnalis profesional yang berdedikasi menyajikan liputan mendalam dan fakta aktual terpercaya.

Kembali ke Beranda