Ayah Mozza Axillia Luapkan Emosi ke Pembunuh Saat Reka Ulang Kasus
Foto: Dokumentasi / Liputan Khusus Redaksi
Singgih Gunarsa, ayah dari Mozza Axillia (17), meluapkan emosi tak terbendung kepada Mahendra Very Dwi Anggara (22).
Momen ini terjadi saat reka ulang kasus pembunuhan anaknya digelar di Semarang pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Emosi Tak Terbendung Ayah Korban
Singgih Gunarsa sempat melayangkan pukulan kepada Mahendra Very Dwi Anggara ketika pelaku tiba di lokasi reka ulang pertama.
Petugas kepolisian segera melerai insiden tersebut guna melanjutkan proses rekonstruksi.
"Pastilah emosi, Anda kalau jadi orang tua, di sekolah pun kalau anak kita seperti itu, sakit kan?" — Singgih Gunarsa, Ayah Mozza Axillia
Singgih mengaku tidak mampu menahan emosi karena baru pertama kali bertemu langsung dengan pembunuh putrinya.
Reka Ulang di Dua Lokasi Kunci
Reka ulang kasus pembunuhan Mozza Axillia ini diselenggarakan di dua lokasi berbeda.
- Lokasi pertama adalah rumah kos di Tegalsari, Candisari, Semarang, tempat Mozza diduga dihabisi.
- Lokasi kedua di jurang Jangli, Tembalang, Semarang, tempat jasad korban dibuang.
Sebanyak 55 adegan diperagakan oleh tersangka Mahendra Very Dwi Anggara dalam rekonstruksi tersebut.
"Hari ini kami dari penyidik dan juga jaksa melaksanakan rekonstruksi melibatkan tersangka dan saksi. Kami melaksanakan 55 adegan." — Kompol Ni Made Sriniti, Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang
Penyelidikan Mendalam Ungkap Fakta Baru
Polisi masih menunggu hasil forensik dari ponsel tersangka Mahendra Very Dwi Anggara.
Data digital ini diharapkan dapat mengungkap apakah pembunuhan tersebut direncanakan atau spontan.
Singgih sendiri menduga pembunuhan putrinya sudah direncanakan karena pelaku mengingat detail kejadian setahun lalu.
"Kami berharap rekonstruksi ini membuat hukumannya menjadi lebih berat." — Singgih Gunarsa, Ayah Mozza Axillia
Pihak kepolisian akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan seluruh fakta terungkap.