Ekonomi 12 Oct 2026, 15:39 WIB • 3 Dilihat

IHSG Ambles ke Level Terendah 3 Bulan, Asing Borong GOTO Hari Ini

IHSG Ambles ke Level Terendah 3 Bulan, Asing Borong GOTO Hari Ini
Perbesar Foto

Foto: Dokumentasi / Liputan Khusus Redaksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok signifikan pada penutupan sesi pertama perdagangan Senin, 12 Oktober 2026.

Indeks terperosok ke level terendah dalam tiga bulan terakhir akibat aksi jual bersih investor asing.

IHSG Anjlok dan Aksi Jual Asing

IHSG ditutup melemah 1,94 persen ke level 5.975,780 pada akhir sesi siang.

Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level terendah 5.971,411.

Ini menandai level terendah sejak Juli, melewati batas psikologis 6.000.

Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp 166,22 miliar pada sesi pertama.

Total pembelian asing mencapai Rp 1,58 triliun dan penjualan Rp 1,75 triliun.

"Aksi jual bersih oleh investor asing terpantau masih melanda saham-saham berkapitalisasi besar (big-cap)." — Nafan Aji Gusta, Senior Market Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia

Saham Incaran dan yang Dilepas Asing

Meskipun demikian, ada beberapa saham yang justru diborong investor asing.

  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi incaran utama dengan beli bersih Rp 133,02 miliar.
  • PT Astra International Tbk (ASII) juga mencatat beli bersih asing Rp 48,53 miliar.
  • Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dibeli asing senilai Rp 12,35 miliar.

Di sisi lain, saham yang paling banyak dilepas asing adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 44,40 miliar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mengalami jual bersih asing sebesar Rp 38,65 miliar.

Sentimen Tekanan Pasar Global dan Domestik

Pelemahan IHSG dipicu kombinasi ketidakpastian pasar global dan sentimen domestik.

Eskalasi geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu pemicu utama.

Investor juga menanti rilis data inflasi Amerika Serikat dan China pekan ini.

Prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed) tetap menjadi perhatian pasar.

"Dolar yang bertahan dekat level tertinggi 18 bulan masih menjadi risiko bagi rupiah dan aliran dana asing." — BRI Danareksa Sekuritas

Ketidakpastian terkait evaluasi MSCI juga masih membayangi pasar Indonesia.

Proyeksi dan Rekomendasi Analis

Analis memperkirakan IHSG berpotensi bergerak fluktuatif ke depan.

Level support 5.973 menjadi batas penting untuk mengantisipasi risiko koreksi lebih lanjut.

"Issue-issue di market masih berkait MSCI." — Desy Erawati, Analis Phintraco Sekuritas

Investor disarankan mencermati perkembangan global dan domestik.

Admin Redaksi

Jurnalis profesional yang berdedikasi menyajikan liputan mendalam dan fakta aktual terpercaya.

Tag Topik Terkait:
Kembali ke Beranda